Text
Ronggeng Dukuh Paruk
Kehidupan Dukuh Paruk berubah ketika Srintil dinobatkan sebagai ronggeng baru setelah dua belas tahun tidak memiliki penari ronggeng. Kehadiran Srintil membawa kebanggaan sekaligus persoalan bagi masyarakat desa yang menggantungkan identitas budayanya pada tradisi ronggeng. Situasi berubah drastis setelah gejolak politik 1965 menyebabkan Dukuh Paruk mengalami kehancuran, sementara Srintil dan para penabuh calung ditangkap. Setelah bebas, Srintil berusaha mengubah kehidupannya dan memperoleh kembali martabatnya sebagai perempuan, tetapi pengalaman masa lalu dan berbagai persoalan baru kembali menguji kehidupannya.
Tidak tersedia versi lain