Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Ayah mengajakku lari pagi. Saat berlari, ada banyak sekali suara. BRRMM.. NGEENG NGEENG.. Suara apa itu?
Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia mo…
Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda. Tetralogi i…
Menjadi hunter adalah satu-satunya cara bagi Seong Jin-woo untuk membayar biaya rumah sakit ibunya, meski ia harus menyandang predikat hunter Level E. Hunter terlemah. Tubuhnya selalu terluka. Ia juga berkali-kali nyaris kehilangan nyawa. Seperti saat ini. Saat tubuhnya yang tertembus tombak terbawa ke udara dan meronta. Menghadapi kematian di depan mata, Jin-woo mendengar suara ia telah…
Banyak Bagian atau Departemen SDM yang dinilai tidak dapat berfungsi dengan baik. Itu disebabkan karena professional SDM kurang memahami perannya. Buku ini menyajikan pengetahuan praktis yang lengkap bagi profesional SDM. Buku ini menjelaskan konsep, model, implementasi, dan praktek manajemen SDM di Indonesia, mencakup : • Intisari SDM • Peran Profesional SDM • Perencanaan…
Roman kedua Tetralogi ini adalah periode observasi mencari serangkaian spirit lapangan dan kehidupan arus bawah pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Di titik ini Minke dihadapkan antara kekaguman yang melimpah-limpah pada peradaban Eropa dan kenyataan di selingkungan bangsanya yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan Sidoarjo dan pertemuannya dengan Khouw Ah Soe, seor…
Kapal besar itu melaju, bergoyang ke kanan dan ke kiri karena hantaman ombak, persis seperti laki-laki tambun yang sedang menari Tango. Di atas selasar itu, pikiran Alwi menerawang ke Semarang, membayangkan Amina, istrinya, yang mungkin kini tengah kebingungan menanti kabar tentang dirinya. Alwi harus menghadapi pergesekan ideologi, pengkhianatan, dan penyitaan seluruh kekayaan yang nyaris m…