Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Sejak lama, orang-orang Celtic menjadi subjek yang mendapat ketertarikan luar biasa, spekulasi, dan kesalahpahaman. Sebelum orang-orang Viking, Anglo-Saxon, dan Kerajaan Roma, para Celtic mendominasi bagian pusat dan barat Eropa. Buku ini membahas segala aspek budaya, dari segi agama hingga masyarakat, mitos, legenda, peperangan, serta ekspansi dan kemunduran Celtic di Eropa. Dilengkapi dengan …
Apakah pendidikan bisa dipisahkan dengan kebudayaan? Apakah keduanya sebenarnya satu mata uang yang sama dengan dua sisinya untuk laku kehidupan ini? Buku Pendidikan yang Berkebudayaan dari Yudi Latif menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar itu dengan menyumberkan pada Ki Hadjar Dewantara dengan visi pendidikannya sebagai proses belajar menjadi manusia seutuhnya untuk dipelajari dan dikembangka…
Penulis buku ini merupakan seorang praktisi periklanan dan pemasaran yang dikenal sebagai creative storyteller dan content creator. Sebagian hasil karya tulisannya yang ditulis tiga tahun belakangan dan tersebar di berbagai blog dan media sosial, sekarang ada di dalam buku ini untuk disajikan kepada para pembaca yang tertarik dengan dunia bisnis.
Ustadz Somad adalah sosok pendakwah zaman now yang muncul seiiring perkembangan cepat teknologi, digital, dan diliputi kontroversi, pro dan kontra. Kisah hidup perjuangan, pemikiran, gaya berdakwahnya saat ini menjadi perhatian publik, baik yang suka atau tidak.Isi buku ini:Bagaimana konsep NKRI dan khilafah menurut Ustadz Abdul Somad?Bagaimana ciri pemimpin yang baik dalam Islam?Apa pendapatny…
Mereka adalah generasi baru yang kini bermekaran dalam satuan- satuan lain, seperti negara, bangsa, daerah, partai, ormas, kelas usaha, dan sebagainya. Pengetahuan agama mereka bukan dari lembaga konvensional, seperti masjid, pesantren, atau madrasah, melainkan dari sumber anonim, seperti kursus, seminar, buku, majalah, kaset, CD, VCD, internet, radio, dan televisi. Banyak yang tercengang melih…
Kebijakan otonomi khusus di Papua menjadi jalan tengah meredam ancaman disintegrasi yang serius dari rakyat Papua. Para aktor informal dan mayoritas rakyat Papua menolak kebijakan otonomi khusus yang ditawarkan oleh pemerintah dan para tokoh agama saat itu.