Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Tanah Jawa menyimpan banyak kisah misteri yang takkan habis diceritakan dalam semalam. Sosok misterius, ritual mistis, dan tempat angker, selalu membuat kita penasaran. Buku Kisah Tanah Jawa mengajak pembaca membuka selubung mitos dan mistis yang selama ini hanya menjadi ksak-kusuk di masyarakat.
A.J.Fikry hidup sendiri di toko bukunya yang berada di sebuah pulau kecil bernama Pulau Alice. Ditinggal meninggal istri yang ia cintai membuat hidupnya kacau. Pergi mabuk-mabukan di malam hari sambil menghibur diri dengan buku langka koleksinya tampaknya makin sering ia lakukan. Hingga suatu ketika, di salah satu malam yang memabukkan itu, paginya A.J. bangun dengan mendapati dirinya sudah ter…
Jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, ribuan kerajaan baik besar maupun kecil tersebar di berbagai titik di Nusantara. Kerajaan-kerajaan itu tidak hanya berada di tanah Jawa dan Sunda, tetapi bertebaran di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan lain sebagainya. Tercatat nama kerajaan Salakanagara, Tarumanagara, Kutai Martapura, Sunda-Galuh, Medang, Siak Sri Inderapura, Samudra Pasai, Sriw…
Tragedi 1965 versi Orde Baru secara lugas menyeret PKI sebagai dalang dan Sukarno berikut pengikutnya sebagai dalang atas pemberontakan G30S. Pasca kejatuhan Soeharto, para sejarawan dan penyintas menyuarakan fakta yang berbeda dan praktis memberikan sinar terang atas kontroversi Tragedi 1965. Dalam buku ini, penulis mengungkap kembali sejarah sekaligus menolak sejarah penguasa, menguak tabu pe…
Buku ini bercerita tentang Tatang Koswara, sniper Indonesia kelas dunia yang meninggal dunia pada saat baru saja terungkap identitasnya. Selama 25 tahun, dia menyembunyikan identitasnya. Tatang merupakan seorang anggota TNI yang memulai karier militer di tahun 1966. Kariernya sebagai penembak runduk (sniper) yang terlatih, tampak paling kentara saat dia ditugaskan dalam Operasi Seroja di Timor …
Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu-begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang.
Siapa sangka dari khasanah seni-budaya berupa Tembang Macapat karya para pujangga leluhur Jawa yaitu dari Mijil, Sinom, Asmarandana, Kinanthi, Dhandhanggula, Maskumambang, Durma, Pangkur, Gambuh, Megatruh, Pucung ternyata mengandung makna kehidupan yang adiluhung. Bukan hanya mengenai fase-fase kehidupan penting yang dilalui manusia, tetapi juga mengisyaratkan makna dari kelahiran hingga kem…