Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Emak-emak biasanya kalau udah ngumpul, bahan rumpian gak habis-habis, maklum yang namanya kaum Hawa batrenya on teruus untuk bicara. Ehhh … ternyata, para emak ini selain gak pernah habis bahan rumpian, bahan banyolannya juga segudang. Dari keseharian mereka, ada banyak cerita humor yang bikin kita nyengir bahkan ketawa saat membacanya. Jangan dikira bahwa di dapur, sumur, dan kasur tidak ada…
"Ketika tulisan tentang hukum yang kerap kali bernuansa normatif bermunculan, OK. Saidin mencoba untuk membuka cakrawala baru menawarkan pendekatan hukum dengan paradigma lain, yang sebenarnya bukan juga hal yang baru. Sekalipun tulisan ini semula adalah sebagian dari naskah disertasi beliau – yang oleh penulisnya dimodifikasi dengan penambahan data dan informasi ter- mutakhir – tetapi bagi…
Empat perempuan bersahabat sejak kecil. Shakuntala si pemberontak. Cok si binal. Yasmin yang selalu ingin ideal. Dan Laila, si lugu yang sedang bimbang untuk menyerahkan keperawanannya pada lelaki beristri. Tapi diam-diam dua di antara sahabat itu menyimpan rasa kagum pada seorang pemuda dari masa silam: Saman, seorang aktivis yang menjadi buron dalam masa rezim militer Orde Baru. Kepada Yas…
Judul buku ini adalah pilihan pihak penerbit buku ini berdasar satu di antara ratusan judul naskah yang saya tulis sepanjang tahun 2018. Mungkin penerbit buku tebal banget ini menganggap judul tersebut cukup ampuh untuk menarik perhatian para calon pembaca buku ini. Namun saya kuatir para pembaca buku ini akan kecewa sebab isi buku ini sebenarnya tidak hanya tentang masalah ""Right Or Wrong, My…
Di pertengahan abad ke-18, Kompeni Hindia Timur sudah melewati masa kejayaan mereka sebagai penyumbang terbesar Zaman Keemasan Negeri Belanda. Pudar karena ulah para pejabat Kompeni yang tidak memiliki cita-cita lain di tanah koloni, kecuali menumpuk harta secepat mungkin lewat korupsi atau perdagangan gelap bersama para saudagar pertikelir. Jan Aldemaar Staalhart dan Joost Boorsveld, petugas h…
Inilah buku pertama yang memuat puisi-puisi mbeling karya Remy Sylado, pencetus gerakan puisi mbeling, dari 1971 sampai 2003. Dipilih sendiri oleh sang penyair, 143 puisi dalam buku ini akan membuat kita tersenyum, tertawa terbahak-bahak, atau merenung. Namun jangan salah sangka, di dalam kelakarnya Remy sebenarnya sedang bersikap serius. Dia menelanjangi sikap feodal dan munafik masyarakat kit…
Pertempuran Lain Dropadi adalah pertempuran agung keluarga Bharata yang dikisahkan oleh pencerita yang dianggap gila, yakni Dewi Sarasvati, dari perspektif Dropadi. Bukan Dropadi yang lemah, melainkan perempuan perkasa yang memicu pertempuran, berjuang menegakkan martabat dan akhirnya menjadi bagian terpenting dari Bharatayuda. Lebih kompleks lagi, Dropadi hadir sebagai sosok yang kadang buta t…
Tiga huruf perangkai kata, "IBU" adalah kumpulan kenangan, ingatan, dan cinta. Ibu adalah kumpulan doa, harapan, dan kekuatan. Wanita seindah bidadari yang punyai tangan penuh kasih, hati yang tulus, dan pelukan yang teduh. Wanita terbaik yang Allah titipkan untuk kita, agar dijaga dan disayangi persis seperti caranya menyayangi kita di waktu kecil. Ibu adalah sahabat pertama yang memberikan wa…
Perpaduan tradisi dan adaptasi dengan kemajuan zaman tecermin kuat dalam penampilan sehari-hari Nyelong Simon. Seorang perempuan Dayak tradisional, tetapi berpenampilan dan bergaya busana modern dengan mode dan rancangan busana yang dikreasikannya sendiri. Seluruh kisah hidup Nyelong adalah kisah seorang perempuan Dayak tradisional, yang lekat dengan segala upacara dan tradisi Dayak tradisional…
Sang kuncen kebudayaan, adalah budayawan yang sastrawan, kritikus yang dramawan, penyair yang akademisi. Ia meninggalkan legacy gagasan Restorasi Kebudayaan Indonesia, yang ia perjuangkan dalam lebih dua dekade melalui lembaga-lembaga yang ia inisiasi seperti Mufakat Budaya Indonesia, Federasi Teater Indonesia, Indonesia 5, Balesastra Ketjapi, Teater Kosong. Buku ini berisi 57 tulisan para saha…