Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
JAKARTA – Perpustakaan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) telah melaksanakan kegiatan Survei Kepuasan Pemustaka pada Pelayanan Perpustakaan Kemenko Polkam Tahun 2026 pada 8–14 September 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan tingkat kepuasan pemustaka terhadap kualitas pelayanan perpustakaan, sekaligus menjadi dasar evaluasi dan peningkatan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Survei dilaksanakan secara elektronik melalui kuesioner yang disebarluaskan kepada pegawai dan pemustaka. Sebanyak 127 responden berpartisipasi dalam survei yang mengukur berbagai unsur pelayanan, meliputi kejelasan informasi, prosedur layanan, kompetensi dan perilaku petugas, sarana dan prasarana, aksesibilitas lokasi, sistem informasi, serta ketersediaan dan kemudahan pemanfaatan koleksi.
Berdasarkan hasil pengolahan data, Perpustakaan Kemenko Polkam memperoleh nilai Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebesar 86,98 dengan kategori Baik. Unsur perilaku petugas, khususnya kesopanan dan keramahan, memperoleh nilai tertinggi sebesar 3,61, diikuti kecepatan dan kompetensi petugas dengan nilai 3,60. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kualitas interaksi dan pelayanan petugas menjadi salah satu keunggulan yang perlu dipertahankan secara konsisten.
Gambar 1. Pernyataan Survey
Meskipun demikian, hasil survei juga mengidentifikasi sejumlah aspek yang masih memerlukan peningkatan. Lokasi perpustakaan memperoleh nilai terendah sebesar 3,18, diikuti katalog daring atau Online Public Access Catalog (OPAC) sebesar 3,34 dan website perpustakaan/SLiMS sebesar 3,39. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kemudahan akses menuju perpustakaan, kemudahan penelusuran koleksi, serta kualitas layanan informasi berbasis digital.
Selain penilaian melalui kuesioner, pemustaka turut menyampaikan berbagai saran dan masukan untuk pengembangan layanan perpustakaan. Masukan tersebut mencakup penambahan dan pembaruan koleksi tercetak, peningkatan ketersediaan buku digital dan jurnal, perbaikan sarana dan prasarana serta kenyamanan ruang, penyediaan papan informasi dan petunjuk lokasi perpustakaan, serta peningkatan promosi koleksi dan kegiatan perpustakaan. Pemustaka juga mengharapkan proses peminjaman dan pengembalian buku yang lebih mudah melalui layanan digital, serta kegiatan literasi yang lebih menarik dan interaktif, seperti diskusi buku.
Dari sisi pengembangan koleksi, kebutuhan pemustaka mencakup berbagai bidang, antara lain sejarah, agama, karya umum, ilmu sosial, psikologi, teknologi, hukum, kesusastraan, filsafat, dan politik. Masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun prioritas pengadaan dan pengembangan koleksi dengan tetap memperhatikan relevansi terhadap tugas dan fungsi Kemenko Polkam, keterkinian informasi, ketersediaan koleksi, serta kemampuan anggaran.
Gambar 2. Kritik dan Saran Responden
Sebagai tindak lanjut, Perpustakaan Kemenko Polkam akan menjadikan hasil survei sebagai dasar penyusunan rencana aksi perbaikan layanan yang terukur dan berkelanjutan. Prioritas perbaikan diarahkan pada penguatan penanda dan petunjuk arah menuju perpustakaan, evaluasi sistem penelusuran OPAC, penyempurnaan navigasi dan konten website/SLiMS, serta integrasi dan penyederhanaan akses layanan Smart Library dan buku digital. Selain itu, akan dilakukan inventarisasi kebutuhan sarana dan prasarana, penyusunan prioritas pengembangan koleksi, serta peningkatan promosi layanan digital dan kegiatan literasi.
Melalui survey ini, Perpustakaan Kemenko Polkam diharapkan dapat terus mempertahankan kualitas pelayanan yang telah memperoleh penilaian baik sekaligus meningkatkan aspek aksesibilitas, fasilitas, koleksi, dan layanan digital. Dengan memanfaatkan masukan pemustaka sebagai dasar pengambilan keputusan, perpustakaan diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan pengguna serta mampu mendukung penguatan literasi dan pengelolaan pengetahuan di lingkungan Kemenko Polkam.
Penanggungjawab Berita : Tim Perpustakaan Kemenko Polkam