Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Kehidupan Dukuh Paruk berubah ketika Srintil dinobatkan sebagai ronggeng baru setelah dua belas tahun tidak memiliki penari ronggeng. Kehadiran Srintil membawa kebanggaan sekaligus persoalan bagi masyarakat desa yang menggantungkan identitas budayanya pada tradisi ronggeng. Situasi berubah drastis setelah gejolak politik 1965 menyebabkan Dukuh Paruk mengalami kehancuran, sementara Srintil dan p…
Segara Alam, tokoh yang sebelumnya muncul dalam Pulang, menelusuri kembali perjalanan hidupnya dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Memiliki ingatan fotografis, Alam mengingat berbagai peristiwa yang membentuk dirinya, mulai dari pengalaman kekerasan dan stigma sebagai anak “pengkhianat negara” hingga persahabatan dan cinta pertamanya. Latar sejarah politik Indonesia turut membentuk kehidup…
Memoar dan refleksi Omar El Akkad mengenai kekecewaannya terhadap nilai-nilai yang selama ini diklaim oleh masyarakat Barat, terutama dalam merespons perang, kekerasan, dan penderitaan masyarakat Palestina. Berangkat dari pengalaman sebagai jurnalis yang meliput berbagai konflik serta peristiwa politik dan sosial, El Akkad mengkritisi standar ganda, rasisme, imperialisme, serta ketidakpedulian …
Minke melanjutkan perjalanan intelektual dan perjuangannya dalam menghadapi ketidakadilan kolonial di Hindia Belanda. Pengalamannya berinteraksi dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk aktivis pergerakan Tionghoa dan keluarga Eropa yang berpikiran liberal, membuat pandangannya terhadap kolonialisme dan bangsanya semakin berkembang. Nasihat Nyai Ontosoroh turut mendorong Minke untuk menyad…
Roman keempat Tetralogi Buru yang menggambarkan upaya pemerintah kolonial Hindia Belanda mengawasi dan membatasi aktivitas kaum pergerakan melalui sistem pengarsipan dan pemantauan yang terstruktur. Minke dan para aktivis pergerakan menjadi bagian dari pengawasan tersebut, sementara berbagai catatan dan arsip digunakan sebagai alat untuk mengendalikan kehidupan politik masyarakat. Kisah ini mem…
Novel Amba menceritakan kisah cinta, politik, dan konflik keluarga di Indonesia pasca-kemerdekaan, menghadirkan sejarah, identitas, dan pengkhianatan yang kompleks.
Kumpulan seratus kolom Ariel Heryanto yang merekam dan merefleksikan dinamika kehidupan sosial-politik Indonesia selama beberapa dekade. Tulisan-tulisan di dalamnya membahas hubungan antara masa lalu dan kondisi Indonesia pasca- Reformasi, termasuk persoalan demokrasi, nasionalisme, identitas, sensor, ancaman, serta pembentukan wacana di ruang publik. Buku ini mengajak pembaca melihat kembal…
Merekam berbagai peristiwa kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi sepanjang masa Orde Baru, mulai dari tragedi 1965–1966, Malari, Petrus, Tanjung Priok, Talangsari, hingga penculikan aktivis dan tragedi Mei 1998. Disusun secara kronologis dengan memanfaatkan arsip, laporan, pemberitaan, dan kesaksian untuk menghadirkan kembali kisah para korban serta menelusuri pola kekerasa…
Menguraikan landasan moral dan hukum dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia dengan menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, transparansi, dan profesionalisme. Pembahasan mencakup etika politik, kode etik dan penegakannya, konstitusionalitas pemilu, prinsip Luber Jurdil, legitimasi demokrasi, serta peran KPU, Bawaslu, dan DKPP dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap pen…
Mengkaji tantangan demokrasi di tengah kondisi VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity) yang ditandai oleh perubahan cepat dan ketidakpastian. Pembahasan mencakup hubungan antara VUCA dengan ruang publik, pemilu, partai politik, dan kebijakan hukum, serta kebutuhan untuk memperkuat institusi demokrasi agar tetap inklusif, responsif, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan. Buk…