Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Inilah buku pertama yang memuat puisi-puisi mbeling karya Remy Sylado, pencetus gerakan puisi mbeling, dari 1971 sampai 2003. Dipilih sendiri oleh sang penyair, 143 puisi dalam buku ini akan membuat kita tersenyum, tertawa terbahak-bahak, atau merenung. Namun jangan salah sangka, di dalam kelakarnya Remy sebenarnya sedang bersikap serius. Dia menelanjangi sikap feodal dan munafik masyarakat kit…
Puisi Lusiadi, versi terjemahan dari judul aslinya Os Lusiadas, yang ditulis oleh bapak penyair Portugis, Luis de Camões adalah mahakarya dunia yang penting dalam kesusastraan berbahasa Portugis yang sering dibandingkan dengan karya-karya klasik seperti Aeneid karya Virgil untuk kesusastraan Romawi Kuno, dan Iliad dan Odyssey karya Homer untuk kesusastraan Yunani Kuno. Puisi epik yang diterbit…
Buku ini merangkai bait-bait puisi sederhana mengenai cerita kehidupan. Penulis mengungkapkan perasaannya tentang perjuangan seorang manusia dalam menghadapi rintangan di dunia. Dalam puisinya, penulis menceritakan perasaan suka dan duka yang dialami oleh hampir semua orang. Penulis juga mengungkapkan perasaan sedih, amarah, dan gembira yang kerap dirasakan ketika melewati jalan kehidupan yang …
Agus Dermawan T, yang dikenal sebagai kritikus seni, adalah juga penyair. Ia pernah 11 tahun bekerja sebagai pengasuh rubrik puisi di sebuah majalah. Sekitar 300 puisinya telah dipublikasikan oleh berbagai media massa sejak 1969, seperti majalah sastra Horison, koran Pelopor Yogya, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, sampai Kompas. Puluhan karyanya masuk dalam beberapa buku antologi puisi nasional.…
“Atas dasar cintaku kepadamu, aku persembahkan abad ini: soneta-soneta kayu yang lahir semata karena kau memberinya kehidupan.” Demikianlah persembahan yang ditulis Pablo Neruda untuk istrinya, Matilde Urrutia. Seratus soneta ini telah berkumandang puluhan tahun---dibisikkan di antara kekasih, dimadahkan bagai janji setia, dan dideklamasikan di antara pembaca kesusastraan. Nyata bahwa Pablo…